Home / Berita / Hukum Kriminal / Nasional

Jumat, 3 Juni 2022 - 11:15 WIB

Haji Isam Kebal Hukum?, Ahmad: KPK Tidak Tanggapi Laporan Sawit Watch

JAKARTA, SEPUTARINDONESIA – Pada 18 Januari 2022 perkumpulan Sawit Watch menyampaikan laporan kepada KPK atas dugaan tindak pidana korupsi pada PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) milik Syamsuddin Andi Arsad atau sering disapa Haji Isam. Tapi sampai saat ini, 02 Juni 2022 belum menerima tanggapan dari KPK.

Direkrur Sawit Watch Achmad Surambo mengatakan, laporan itu dilakukan dengan dasar adanya oknum direksi PT Inhutani II mengadakan kerja sama perkebunan sawit di sebagian area IUPHHK-HA bersama PT MSAM pada 19 Juni 2017.

Sawit Watch menduga, kerja sama tersebut tidak sesuai dengan SK 193/2006, sebab kawasan hutan PT Inhutani II digunakan sebagai perkebunan sawit tanpa memperoleh persetujuan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK).

“Kerja sama perkebunan sawit ini selain tanpa persetujuan Menteri, disinyalir bermaksud mengalihkan kekayaan negara berupa hutan kepada oknum korporasi secara tidak sah,” ungkap Achmad Surambo saat ditemui di PTUN Jakarta Utara Kamis (2/6).

Boni selaku Kepala Departemen Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat dan Anggota saat dimintai keterangan menyampaikan, penerbitan HGU kepada perusahaan milik Haji Isam (PT MSAM) menyebabkan hilangnya hutan negara seluas 8.610 ha. Dia pun menyampaikan tanggapan pribadinya tentang pribadi Haji Isam yang diduga kebal hukum.

“Menjadi pertanyaan sampai hari ini, kenapa laporan kami ke KPK sejak kurang lebih 5 bulan yang lalu belum mendapat respon dari KPK? Bisa diduga bahwa Haji Isam ini termasuk elit yang kebal hukum,” kata Boni.

Pernyataan tersebut dikuatkan oleh Achmad selaku Direktur Sawit Watch, bisa jadi Haji Isam ini adalah elit yang kebal hukum. Karena pihak Sawit Watch sudah melaporkan kejadian ini ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tapi tidak ada respom, kemudian melapor ke KPK tidak ada respon juga. Saat ini mereka melanjutkan laporan itu ke Kepolisian dan berharap mendapat respon yang baik sehimgga kasus ini bisa diusut lebih dalam.

“Kami sudah melapor ke KLHK tapi tidak ada tanggapan, ke KPK pun sama, saat ini sudah melapor ke pihak Kepolisian. Semoga ditanggapi dengan baik,” jelas Achmad kembali.

Doni mengatakan sepak terjang Haji Isam di Kalimantan, nama Haji Isam tidak asing di telinga warga Kotabaru, karena sering terseret konflik dan sengketa lahan dengan warga. Sampai saat ini mayoritas warga sangat takut karena ancaman intimidasi, kriminalisasi, perampasan lahan yang kerap terjadi.

“Kami menerima laporan dari warga, mereka takut. Banyak yang digusur, tapi tidak ada yang berani melawan,” kata Doni.(**)

Share :

Baca Juga

Bangka Belitung

Pemkab Bangka Tengah Jalin Kerjasama Dengan Kejaksaan Negeri dan Berikan Hibah Kendaraan Oprational

Bangka Belitung

Bupati Bangka Tengah Pimpin Upacara Peringatan HUT RI ke 78

Bangka Belitung

Sidang Paripurna Persetujuan APBD T.A 2023, Ketua DPRD Pangkalpinang Harapkan Dapat Capai Target Pembangunan

Advedtorial

DPRD Bangka Tengah Ketuk Palu 3 Raperda dan Tetapkan Propemperda Tahun 2023

Bangka Belitung

Polres Bangka Umumkan Hasil Oprasi Tertib Menumbing Tahun 2021

Bangka Belitung

Bupati Algafry Hadiri Jalan Sehat Memperingati HUT Ke 169 Kota Koba

Bangka Belitung

Pj Walikota Lusje Buka Kegiatan Pelatihan Komunikasi Publik ASN

Bangka Belitung

Asisten Pemkot Pangkalpinang Hadiri Operasi Pasar Murah di Kelurahan Temberan